Fashion Tips:When It Comes To BASIC PIECE, INVESTMENT Is The Answer

 

Don’t Jugde A Book by Its Cover!! Itu adalah istilah yang sering kudengar saat ibadah, tema sebuah film, atau komentar Juri di acara mencari bakat. Namun sayangnya, kita hidup dalam dunia visual. Kita memang menilai orang dari penampilannya. Mengapa demikian? Karena penampilan adalah cara termudah & tercepat untuk menilai dan menentukan, apakah kita menyukai orang yang baru pertama kali kita temui, apakah seorang manager HRD akan memutuskan untuk mengundang calon karyawan ke sesi wawancara, hanya berdasarkan foto; Atau apakah calon agen asuransi yang memberikan proposal penawaran, dapat diandalkan atau tidak, hanya berdasarkan penampilan.

 Tips #1: Fine Basic is the Fundamental of Style.

          Secara umum, Basic Piece adalah (jenis) pakaian utama yang menunjang penampilan kita sehari-hari. Jenis pakaian yang hampir selalu dikenakan setiap hari. Contoh sederhananya, celana panjang (pants) untuk cowok yang bekerja atau rok (skirt) untuk cewek. Bisa pula baju, sepatu kerja sehari-hari, ataupun asesori penunjang lainnya seperti ikat pinggang, dompet, dan tas.  Tes sederhana. Seandainya kita memiliki uang sebesar Rp.250.ooo,- ($25) untuk dibelanjakan pakaian, manakah di antara dua pilihan ini yang sebaiknya kita pilih?

a. Sepotong celana Panjang hitam  The Executive  seharga Rp.279.000? atau

b. Dua lembar kemeja kantor seharga @ Rp. 75.000,- dengan diskon tambahan 20%?

Tanpa berpikir panjang, semua pasti akan memilih yang terakhir. Jika bisa mendapatkan dua potong pakaian, kenapa hanya satu (harus nombok pula)? Perilaku ini sangat dimengerti. Sangat Indonesia sekali. Kita adalah adalah bangsa yang cenderung memilih kuantitas daripada kuantitas. Keinginan mengikuti trend mengharuskan kita untuk mengorbankan hal lainnya.

 Seringkali, karena tergoda  kata sale (Buy 1 Get 1 FREE), kita menghabiskan uang untuk pakaian (baju, kemeja, kaus, etc) yang hari ini dipakai dan keesokan harinya tidak lagi ingin memakainya karena kelihatan murahan. Kalau mau dilihat lebih detail, mohon dicatat, jenis pakaian manakah yang memenuhi lemari kita? Yang berkualitaskah atau lebih banyak kuantitas?

Di lain pihak, jika kita mau menahan diri akan godaan sales, dan mau untuk membeli basic piece, yang memiliki kualitas terjamin, akan lain ceritanya.  Basic Piece memiliki tiga keunggulan. Pertama, basic piece tetap bisa kita pakai sampai beberapa tahun ke depan (bahkan diwariskan) karena kualitasnya. Kedua, basic piece akan terasa nyaman kita pakai. Semakin lama akan semakin terasa nyaman karena biasanya bahan berkualitas seiring waktu akan mengikuti bentuk tubuh siempunya. Ketiga, basic piece akan membuat kita percaya diri, karena kualitas, berpengaruh terhadap image sebuah brand, yang berefek pada harga jual yang umumnya di atas rata-rata. Dengan kata lain, gengsi kita terangkat karena memakai brand ternama.

Dan dari segi inilah, penampilan kita akan dinilai menyakinkan (baca: keren).  Our Book (life) being judged by our cover (look). Jadi percaya atau tidak, kualitas dari basic piece (penampilan) memegang peranan penting kesuksesan kita. Oleh karena itu, saranku, sebaiknya anggap membeli basic piece sebagai bagian dari investasi penampilan. Saat kualitas menjadi prioritas utama, maka harga bisa dimengerti. Tidak masalah jika terkadang kita harus berkompromi dengan kuantitas untuk beberapa piece yang sedang trend. Hanya untuk beberapa saat dengan harga sangat terjangkau-Asalkan dipakai bersama basic piece yang berkualitas. Saya tidak suka mendengar alasan orang yang membeli barang fashion palsu dengan alasan belum mampu membeli aslinya karena terlalu mahal. Jangan salah. Tidak menutup kemungkinan pula (dan seringkali terjadi), barang-barang berkualitas bisa dimiliki dengan harga miring-Asalkan tahu kapan dan dimana membelinya. Banyak brand-brand fashion menggelar diskon menjelang hari raya agama ataupun menjelang akhir tahun.

Jadi, mulailah berinvestasi dalam penampilan (pakaian), dengan membeli basic piece yang berkualitas. Belum punya cukup uang? Saranku ada dua. Pertama: mulailah dari pakaian yang benar-benar basic. Bisa dari sepatu atau bawahan, lalu saat sudah cukup mampu, atasan dan seterusnya. Kedua: periksa dan bongkar lemari orangtuamu. Banyak pakaian berkualitas yang menunggu untuk dipakai.

Advertisements