Berserah adalah Strategi Menyerang Terbaik

Mengetahui kondisiku yang sedang “stress” mencari dan menantikan panggilan kerja, beberapa orang mencoba menghiburku dengan mengatakan: “Setidaknya teman-temanmu juga belum mendapatkan pekerjaan.”

That is the worst “cheer me up” advise ever!! This is not about my friends… this is about me. Lalu beberapa teman juga mendoakan “semoga secepatnya mendapatkan pekerjaan.” Pertanyaanku, apa definisi/tanda dari secepatnya? Seminggu lagi? Sebulan lagi? Dua bulan lagi? Setahun lagi? Berapa lama lagi harus kutunggu? Tidak ada seorangpun yang tahu kapan secepatnya itu datang.

Kita mungkin sekarang berharap secepatnya itu besok akan datang, dan untuk sesaat kita merasa tenang dan terhibur. Namun saat besok datang dan kenyataan tak seindah harapan, yang terjadi adalah pikiran yang bertambah kalut dan gelisah. Kenapa secepatnya itu belum juga tiba? Terkadang jawaban yang paling berkuasa untuk menenangkan pikiran yang sedang stress dan hati yang sedang kalut adalah sesederhana jawaban “Ketika waktunya telah tiba.” Awalnya mungkin tidak terdengar menghibur sama sekali, tapi kalau diperhatikan lebih seksama, kalimat itu sungguh memberi kekuatan. Pikiranmu bisa lebih tenang tanpa perlu memperhitungkan waktu yang terus berlalu dan bertanya kapan hari itu datang; perasaanmu menjadi lega, karena tidak ada lagi beban yang harus dipikul. 

Ada kekuatan di dalam berserah dengan mulai menerima kenyataan hidup saat ini.

for the record: tidak semua nasehat penghiburan yang kuterima tidak menghibur, ada juga yang memberi kekuatan, seperti: “jangan lama-lama mengeluh/bersedihnya”. Untuk yang mengucapkannya, L*** U!!

Advertisements

2 thoughts on “Berserah adalah Strategi Menyerang Terbaik

Comments are closed.